Cerita Sedih, Melihat Satu Keluarga di Sumenep Meninggal Tanpa Ada yang Ngerti

oleh -
banner 468x250

matamaduranews.comSUMENEPSatu keluarga, terdiri ibu dan anak yang tinggal serumah meninggal dunia tanpa ada orang yang mengerti.

Jasad keduanya baru ditemukan oleh anak korban, Ilyas Zainuddin yang bertempat tinggal di desa lain.

Sayang Ilyas enggan memberi keterangan kepada Mata Madura secara rinci saat ditemui di lokasi kejadian.

Ilyas seperti tak kuasa menahan duka. Melihak ibu dan saudaranya meninggal dunia tanpa diketahui dirinya. Ilyas hanya menyampaikan beberapa kata kepada wartawan. Selebihnya mempersilahkan wartawan mengorek keterangan dari Kapolsek Kota Sumenep AKP Jawali yang ada di lokasi rumah duka, JL Pendekar, Kepanjin, Kota Sumenep.

Kata Jawali, saat itu Ilyas datang ke rumah ibunya. Tiga hari lalu, Ilyas datang menjenguk Ibunya yang memiliki penyakit tensi darah rendah.

Rabu siang itu. Sampai di halaman rumah. Ilyas tak melihat pintu rumah ibunya terbuka. Ilyas menaruh curiga tak seperti biasa pintu rumah tertutup di siang hari.

Usai parkir kendaraan di halaman itu. Ilyas bergegas mengetuk pintu. Namun, ketukan pintu rumah ibunya tak ada yang merespon.

“Ilyas kemudian menggedor lebih keras sambil memanggil ibu dan adiknya. Tapi juga tidak ada respon dari dalam,” ucap Jamali meniru keterangan Ilyas kepada wartawan, Rabu sore (7/7/2021).

Karena penasaran. Ilyas mencari lubang untuk melihat kondisi dalam rumahnya. Ilyas menemukan jendela depan yang ada lubang-lubang kecil. Alangkah kagetnya Ilyas melihat diknya, Halimatus Sakdiah (55), membeku di dalam kamar.

BACA JUGA: Viral Satu Keluarga di Sumenep Meninggal Dunia

Seketika Ilyas membuka jendela. Beberapa langkah dari jendela mencari sang ibu, Hasania (80). Alangkah kagetnya Ilyas. Sang ibu berdiam kaku dalam keadaan bersujud.

Melihat ibu dan adik meninggal dunia. Ilyas langsung menghubungi Polsek Kota.

Menurut Jawali, almarhumah Hasania memiliki ganguan kesehatan. Sedangkan Halimatus Sadiah juga memilki gangguan kejiawaan.

“Ibunya itu katanya tensi darahnya memang rendah, sedangkan adiknya mengalami depresi,” terangnya.

Jawa menegaskan, keluarga almarhuma ikhlas atas takdir yang menimpanya.

“Sudah Ikhlas, mereka tidak mau diotopsi karena memang tidak ditemukan tanda tindak kekerasan,” pungkasnya.

Dari pantauan Mata Madura, rumah almarhumah disemprot disinfektan oleh petugas covid. “Ya untuk jaga-jaga takut kena Covid-19” pungkas Jawali.

Bahri, Mata Madura

Tentang Penulis: Mata Madura

Gambar Gravatar
Media berita terhangat dan terupdate hari ini Madura, Pamekasan, Sumenep, Sampang dan Bangkalan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *