BPBD Ungkap 3 Penyebab Banjir di Pekalongan Rendam 3.000 Rumah Warga

oleh -
Banjir Pekalongan
Banjir merendam 3.000 rumah di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (19/1/2021). (Foto: Istimewa/detikcom)
banner 468x250

matajateng.comKOTA PEKALONGAN-Sebanyak 3.000 rumah warga di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terendam banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Saminta, menyebut ada 3 faktor pemicu banjir tersebut.

“Yang pertama air rob, yang dimulai semalam pada jam 12 malam. Kedua, hujan lokal sejak sore, dan yang ketiganya ketambahan kiriman air dari atas, yang membuat sungai Kali Loji meluap,” kata Saminta saat ditemui di kantornya, Selasa (19/1/2021).

Menurutnya, akibat hujan lokal berjam-jam, ditambah naiknya air laut (rob) dan kiriman air dari daerah atas ini, membuat permukiman warga yang berada di sepanjang jalur sungai terendam.

“Sungai Kali Loji meluap, hingga masuk ke permukiman warga. Kita catat ada 14 kelurahan yang terendam air di tiga kecamatan,” jelas Saminta.

Akibat banjir ini, setidaknya terdapat 3.000 rumah warga di tiga wilayah Kecamatan Pekalongan Utara, Kecamatan Pekalongan Timur dan Kecamatan Pekalongan Barat, terdampak banjir.

“Tinggal saat ini, kita menunggu situasi, semoga curah hujannya rendah. Pantauan kami tadi, banjir sudah agak surut,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang melanda Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sejak kemarin pagi hingga saat ini menyebabkan banjir.

Tercatat hingga saat ini ada 3.000 rumah warga yang terendam banjir di Kota Pekalongan.

“Ada 500 warga yang mengungsi dan sebanyak 3.000 rumah yang terdampak banjir,” ujar Wakil Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, kepada detikcom di pos pengungsian Gedung Serba Guna Sampangan.

Selain intensitas hujan yang tinggi, banjir juga disebabkan oleh meluapnya sungai di Kota Pekalongan. Dia menyebut banjir cukup merata terjadi di wilayahnya.

“Terparah di Sampangan, Kebulen, Krapyak, Klego, dan Pesindon, Bugisan,” katanya.

“Saat ini kondisi masih hujan kecil. Saya mengimbau kepada warga untuk senantiasa waspada dan hati-hati. Apalagi daerah atas juga terpantau masih hujan. Kemungkinan ada kiriman air kembali,” lanjut Afzan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.